Nabila Nurjanida

I am 20 years old girl who suffered Motor Neuron Disease #MND
In this blog, I'll post about this disease, me, family, and friends.
Welcome to my Tumblr :D

Ask me | Submit
8:32 PM
March 24th, 2011

Teruntuk Sahabat

Tulisan ini, teruntuk salah satu sahabat gue yang hingga saat ini belum bisa menerima keadaan gue. Sore ini gue dikejutkan dengan sms dari salah satu sahabat gue.

“Si G di sebelah gue lagi buka tumblr lo. Gue belom pernah buka mbil. Gatau kenapa, gue denying terus. Gue kayak ga mau tau apa sakit lo. Gue cuma mau tau lo yang dulu. Nabila Nurjanida temen gue yang galak dan sehat. Gue jahat ya. Tapi gue sayang sama lo. Gue masih belum bisa nerima.”

Jujur, hati gue menangis membaca walaupun tidak ada air mata yang mengalir di wajah. Sungguh, hati ini menangis, Sahabat. Semua memang tidak mudah, namun bagi gue, gue harus dapat menerima semua ini. Karena gue percaya, dengan gue menerima keadaan gue dengan penyakit ini akan lebih memudahkan proses penyembuhan. Gue tidak memaksa sahabat gue untuk menerima semua ini, namun gue mencoba menjelaskan padanya agar ia tidak bersedih lagi.

“Ga boleh gitu sayang. Percaya sama Tuhan. Percaya kalau gue bisa melewati semua ini. Sahabat, Tuhan tidak menurunkan suatu penyakit terkecuali beserta obatnya. Dan tadi gue baru denger, bahwa Tuhan menurunkan obat terlebih dahulu sebelum penyakitnya. Percayalah pada semua itu. Apapun itu, itu yang terbaik menurut Tuhan.”

Hei sahabat, suatu hari gue percaya, lo akan bisa menerima semua ini. Dan saat hari itu tiba, gue percaya lo akan membaca tulisan ini. Tulisan ini, untuk lo. Dan suatu hari nanti gue percaya, gue bisa nabok lo. Apa maksudnya lo ngatain gue jahat hah? Hahaha. Tertawalah sahabat, jangan menangis, air mata itu terlalu berharga. Tertawalah sahabat, karena tawa itulah yang gue butuhkan. Percayalah sahabat, suatu hari nanti, gue akan kembali seperti dulu, Nabila Nurjanida yang dulu. Percayalah sahabat. Apapun yang terjadi adalah yang terbaik menurut Tuhan. Dan gue bersyukur bahkan dalam tahap terburuk penyakit inipun, gue masih dapat tersenyum dan tertawa. Karena gue berjanji pada diri sendiri, gue akan tetap tersenyum dan tertawa, hingga akhir nanti. Semoga persahabatan kita kekal, dunia dan akhirat.

blog comments powered by Disqus